Caleg tak Sukses, Tim Sukses yang Sukses

April 2, 2009

Dalam bulan Maret 2009, semua parpol terutama caleg berlomba untuk memberikan janji manis agar dapat dipilih dalam pemilu 2009 ini.

Tapi dibalik semua itu, tanpa tim sukses seorang caleg atau parpol, kampanye tak begitu berjalan dengan baiknya. Tapi perlu diingat juga suksesnya suatu kampanye dengan dihadiri ribuan simpatisan belum memendukung pula perolehan suara nanti di TPS. Sepertinya jadi buah semalakama.

Saat kampanye, bisa jadi panitia kampanye mengklaim bahwa massa mereka sudah nyata. Tapi hasil finalnya itu semua di perolehan suara. Saya berharap semua sukses, tapi hanya beberapa kursi sajalah yang diperebutkan oleh ribuan caleg.

Artinya, harus ada yang gagal dan menang. Yang menang bersorak dan yang gagal jangan termenung, masih ada harapan di hari esok. Pasti ada hikmaknya.

Bicara suksesnya seorang caleg, itu semua tak hanya diperoleh dengan fropil calegnya, tapi juga dari bagaimana timnya bekerja. Baik itu tim sukses parpol maupun tim sukses caleg.

Dan tak sedikit pula dana yangdisediakan caleg dan parpol untuk menggerakkan roda tim suksesnya.

Akhinya bagi caleg yang gagal duduk dikursi dewan, hanya bisa meratapi nasibnya. Sedangkan tim suksesnya yang sudah berbuat maksimal, yang sukses. Sebab berapa banyak dana yang bisa ia keluarkan untuk mempromosikan sang caleg. Tentu tim sukses itu wajib mengambil jatahnya.

Tak mungkin tim sukses mau bekerja kalau perutnya tak terisi. Istilahnya, tim sukses mau berjalan jika ada bensinya.

Akhirnya di setiap pemilu baik itu pilkada, pemilihan legislatif dan pilpres, itu yang paling sukses adalah tim sukses.

Sebab, jika caleg yang didukungnya duduk, tim sukses mengkalin mereka telah bekerja dengan maksimal.

Tapi bagi caleg yanng gagal, tim suksesnya akan mencari alasan yang diterima akal.

Akhir kata saya himbau agar warga memilih caleg yang potensial dan berani di tengah warga. Kalau ada yang main uang, saya tak menghalangi tapi pililah caleg yang sesuai dengan keyakinan kita.

Belajar dari Medan

Februari 12, 2009

Baru-baru ini ada berita heboh tentang demo atau menurut saya lebih tepat menyampaikan aspirasi untuk pembentukan provinsi tapanuli (protap). Teru beredar juga bahwa gubernur sumatera utara sudah menyetujui pembentukan provinsi baru tersebut dengan tujuh kabupaten.

Kita bukan mau membahas soal demo atau pembentukan provinsi baru tersebut. Yang jelas ketika demo itu, ketua DPRD sumut dinyatakan meninggal. Selain itu, para pendemo kepada penyidik mengaku terima uang untuk ikut unjuk rasa. Selain karena demo, ketua DPRD meninggal, perlu juga kitabelajar dari pengalaman. Yakni, adanay penyakit jantung yang diderita almarhumah.

Belajar dari situ, sudah seyogianya untuk caleg yang bertarung di PEmilu 2009 ini harus mempersiakan dirinya dengan baik dan benar. Maksud lho gimana ya. Yang baik itu, jangan berbuat curang demi mencapai tujuan. Sedangkan yang benar itu, bahwa KPU harus mengumumkan semua berkas kesehatan caleg. Apakah ada caleg sekarang yangsudah mengidap suatu penyakit.

Memang membuka aib seseorang itu tak baik. Tapi demi kelancaran ke depan, sudahpantaslah KPU membeberkan itu. Supaya pemilih dalam hal ini warga tak terkecoh dengan penampilan luar sang caleg. Takutnya nanti yang dipilih pemilih itu ada penyakitnya. Kita umpamakan  sakit jantung. sudah kita beri suara kita, eh karena sudah menganut sistem suara terbanyak, caleg bersangkutan tak dapat meraih kursi karena kalah jumlah pemilihnya dari rekan-rekannya sesama caleg.

Nah, disini muncul pensoalan. Kalau sang caleg berpendirian kuat dan tidak terlalu ambisium, tak masalah. Tapi kalau tiba-tiba penyakitnya kambuh gimana. Kan sayang kita beri suara, ehhh ternayat yang kita pilih karena sesuatu hal jadi……..(anda yang meneruskan…).

Untuk menjaga hal-hal inilah, makanya perlu sekali emnurut hemat saya, KPU memberikan data lengkap soal hasil tes kesehatan semua caleg. Kalau tak bisa perorangan, bis adikategorikan ke kelompok penyakit. BErapa persenkan caleg sekarang ini yang penyakit jantung atau penyakit lain… lain..

Tujuannya hanya satu, kita pemilih tak dibohongi oleh penampilan luar sang caleg lagi. Dan kita harapkan yang kita pilih bisa membawa aspirasi kita sampai dia duduk dan hingga selesai masa tugas tanpa dihalangi oleh adanya penyakit yang didirinya. Ini bukanvonis, tapi unek-unek dari saya.

Ide ini muncul setelah melihat perkembangan kasus demo di Medan. Ada rumah sakit yang mengatakan Ketua DPRD meninggal karena penyakitnya. Tapi persi lain meyebutkan lain lagi….. Tapi itu bukan hak koridor saya untuk menelusurinya, sebab sudah ada isntansi berwewenang yagn digaji dari APBN untuk mengusut kasus ini.

Tujuan saya hanya satu, maunya semua caleg sadar dan mengerti bahwa tugas anggota rakayat itu tak gampang. Selain itu, jadi anggota dewan itu juga bukan jaminan bisa berbuat seperti janji di kampanye……… sekian untuk hari ini ya……

salam

Mencari Muka Berbuat Kebaikan

Februari 5, 2009

ehmmmm….ehemmmmm. Memang enak jadi rakayat Indonesia saatini. Apalagi menjalang Pemilu. Banyak legislatig berbuat kebaikan, memberi bantuan atau bahkan turun langsung ke lapangan untuk gotong royong. Tujuannya ya tidak lain tidak bukan kalau tak mau mencari muka memperkenalkan nama. Ya itulah yang dilakukan para caleg kita.

Inilah enaknya jadi rakyat sekarang ini. Mudah saja. Laporkan ke tim kampanye seseorang caleg bahwa di sebuah daerah butuh bantuan. Dalam hitungan hari bantuan pasti datang bersama sang caleg lengkap dengan umbul-umbul. Inilah isi berita-berita media lokal dalam sebulan terakhir. Bahkan kegiatan berbuat kem\baikan ini untuk maksud dan tujuan tertentu akan berlanjut hingga bulan awal April nanti.

Hanya saja satu permintaan bagi caleg. Maunya berbuat kebaikan itu jangan karena ada maunya saja. Tapi setelah duduk nanti, warga juga berharap kebaikan itu berlanjut. Ya minimal turun ke rakyatnya sekali seminggu. Setujukan….. ide itu.

Untuk pemilih, saya serahkan jangan sampai salah pilih orang nantinya. Pilihlah yang bisa membawa aspirasi kita di DPRD.

Bagi para caleg yang sudah berbuat kebaikan untuk rakayt saya ucapkan terimakasih. Jika tak terpilih juga nanti jangan menyesal atau …… ke jiwa….
Masih ada kesempatan berikutnya.

Tak ada Lawan, Tak Ada Musuh

Januari 27, 2009

Awal pekan lalu saya ketemu dengan salah satu caleg dari Dapil Bengkong Batuampar. Kebetulan caleg ini masih ada hubungan famili, yakni Guliman Manurung. Ia menyebuutkan slogan untuk kampanyennya ”ingat-ingat nomor empat terus satu,” begitu dia bilang.

Terus ia menyebutkan, untuk kali ini memang persaingan para caleg semakin segit dengan keluarnya peraturan atau undang-undang terbaru yang diputuskan MA soal suara terbanyak. ”Berarti tiada lagi kawan ya Uda (panggilan untuk adek bapak pada orang Batak,” ujar saya.

Bukan itu, jawabnya, justru semua jadi kawan dan tak ada jadi lawan.
Sempat saya merenung apa maksuda ucapan tadi. Seusai diskusi singkat itu, saya pulang dan merenung di rumah.
Pemikiran saya pun tak menentu untuk memecahkan arti semua itu.

Dan akhirnya sebagai perbandingan, saya punya alasan tapi ini pendapat pribadi yang mungkin bagi sebagian orang salah. (untuk itu saya minta maaf terlebih dahulu).

Maksudnya dari Tiada lawan dan tiada musuh itu harus merangkul semua dan harus siap dirangkul. Artinya kerja sama akan tetap ada, tapi dalam konteks hati-jati. Hati-hati memberi dukungan. Karena kalau tak kita dukung, nanti pendukungnya tak diarahkan ke kita pula.

Bisa-bisa sesama caleg dari partai sama pun harus bersaing untuk merebut suara sebanyak-banyaknya. Ini karena pemilu 2009 tak memakai nomor urut lagi lazimnya pemilu sebelumnya.

Tertinggal sedikit aja suaranya dari orang lain ya, pulang kekampung alias menangis alias tak dapat karena jatah sudah diambil orang lain.

Makanya saat ini strategi kampanye jadi berubah. Saya melihatnya bukanpartai lagi yang ditonjolkan melainkan ideividu calegnya. Hanya saja dalam menyampaikan kampanye, karena masih banyak orang tak tahu orangnya dan karena di kertas suara tak ada foto nantinya, mulailah caleg mengkampanyekan seperti yang dikampanyekan Guliman Manurung tadi.

Satu harapan saya bagi para caleg, dengan adanya persaingan menuju kursi legislatif ini, mudah-mudahkan kekelurgaan kita tak luntur. Siapa yang terpilih berarti itu yang dikehendaki rakayt. Yangkalahnantinya, jangan tres, masih ada hari esok yang lebih baik……
”Janganlag kamu jemu-jemu berbuat baik, sebab kalau tiba saatnya kamu akan menuai hasinya jika kamu tak lengah,”….

Sukses dan Selamat

Januari 24, 2009

Ini tulisan pertama di blog ku seusai belajar cara buatnya dri senior, sepeda.wordpress.com. Terimakasih telah memberi pelajaran yang berharga. Memang, jika mau berkeringat dikit aja, kita pasti bisa. Moto hidup saya, berdoa untuk kota dimana Tuhan tepatkan dirimu, sebab kemajuan kota itu adalah kemajuan dirimu dan kemakmuran kota itu adalah kemakmuranmu. ”Jangan jemu-jemu berbuat baik, jika saatnya tiba kita akan menerima balasnya”. Terimakasih. Selamat dan sukses selalu menyertaimu

Hello world!

Januari 24, 2009

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.